impian di universitas trunojoyo berubah setelah setahun berada di pulau sebrang

Aku anak rantau yang jarak rantau hanya sekitar 1 jam-an lah dari rumah, rantau identik dengan nge kos benarkan, aku nge kos disana namun setiap jumat pulang ke rumah jika tidak ada acara, lucu yah wkkw namun aku memutuskan kembali ke rumah untuk tidak melanjutkan kuliah disana dikarenakan berbagai hal yang membuat diriku galau segalaunya membuat pikiran absurd sehingga gagal moveon.  Pemikiran ini sudah tergagas sejak awal semester pertama namun aku berhasil bertahan awalnya, namun semester dua pemikiran tersebut bergejolak merontai-ronta ingin direalisasikan. Aku memutuskan untuk memufakatkannya sambil berjalalannya kuliah yang aku ikuti dengan tidak serius sekali, aku diam-diam ga diam-diam juga sih mamaku, geng kos atas, geng anak sma mengetahui hal ini jika aku mendaftar sbmptn. Berbagai tahapan ku hadapi, awalnya daftar dulu utbk, bayar testnya, akhirnya aku menghadiri testnya penentuan yang dikerjakan dengan ilmu bismillah tanpa belajar aliasnya, hasil testnya keluar ya gataulah tinggi atau engga tapi menurutku rata-rata standartlah tapi hasil test atau disebut nilai utbk tersebut ga nolong buat aku berhasil masuk universitas yang aku inginkan. Pelajaran yang harus diambil ga cuman doa, usaha belajarnya juga dong. Ga berhenti aku coba-coba mungkin berhasil lolos d3 jurusan yang aku idamkan sedari dulu kala yaitu analis kesehatan, aku mengikuti dan lagi-lagi dengan jurus bismillah, tapi ada bekal lah belajar soal-soal yang aku beli di toko buku, sehingga aku lebih percaya diri tetap aja belum berhasil. Dari titik ini aku sangat frustasi harus melanjutkan apa tidak dengan memikirkan berbagai hal di ingat-ingat hingga sangat menyisak batin, pikiran absurd, susah sekali mencritakan ke orang banyak takut di sudutkan. Dan akhirnya, hasil bertapa tidak begitu lama aku memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah semester tiga ke pulau sebrang entah kecewa, menyesal tapi aku anggap setahun lalu aku buat pengalaman. Katanya fourtwenty "keluarlah dari zona tidak nyaman " mungkin dari situ aku berusaha keluar, entah keluar ke zona aman atau malah lebih zona ga aman aku sudah sangat bulat atas ini dan memikirkan kedepannya mungkin ini jalannya dari Tuhan. Pikiran absurd (kebinguan) itu tidak berhenti di titik itu. Ada berbagai macam pikiran absurd terus datang menghampiri. Terhadap pemilihan kuliah, kuliah a atau b lah. Dan aku sepakat kuliah a ini unusa, namun pikiran berubah lagi ke kuliah b yaitu ums. Mamaku meng iyakan aku mengulang menjadi mahasiswa baru, aku kuliah di salah satu kuliah swasta tersebut, h- 1 pendaftaran aku meminta berbagai macam pendapat dari mba yang pernah gagal namun berhasil sekarang, mas yang berpengalaman, teman-teman, pokoknya banyaklah hingga tak bisa tidur dengan tak lupa memikirkan pikiran awal yang aku ingin sekali kuliah di jurusan kesehatan entah memilih perawat atau analisis kesehatan. Jeng jeng hal besar terjadi pikiran absurd itu datang, ketika pendaftaran aku memasuki ruang pendaftaran tanya-tanya ada jurusan apa di universitas itu, dan selesai mas itu menjelaskan aku bilang terimakasih dan memutuskan untuk keluar, aku keluar sebentar sejam-an sambil minum es teh segar sembari menenangkan pikiran, memendam ego, memikirkan biaya yang harus di minimalisirkan, dan memikirkan masa depan. Aku memutuskan untuk pindah haluan, keputusan ini engga datang semalaman tapi sejalanlah bersama pemikiran aku memilih universitas a atau b yaitu aku mendaftar jurusan manajemen dengan pilihan universitas b, aku milih ini bukan karena egoku tapi juga sih sedikit, aku memikirkan biaya yang dikeluarkan ortu ku secara ortuku tunggal, hanya mama yang membiayai aku, pasti pemikiran ini banyak yang berpikiran kenapa ga balik utm aja, tambah berat ortumu biayai blalala. Disini aku pindah aku bener-bener berusaha buat ga nyusahin aku bakal nyambi kerja, kalaupun aku balik tertekan batin kayak suatu hubungan kalau ga srek di terusin ya ga nyaman mending berpisah nanti tambah berat kedepannya wkwkwk. Aku sangat bersyukur di kelilingi orang-orang yang sangat mengerti aku walaupun banyak yang brpendapat atas keputusan ini but its okay jalan orang beda-beda mungkin ini jalanku. Aku harap dengan berbagai pemikiran absurd ini membuat aku tambah dewasa atas kehidupan, berharap lebih baik atas kepindahan eh kepulangan ini. Terimakasih kawan-kawan disana yang pernah mengenal mifta maafkan jika berbuat salah. Semoga kita bahagia, hidup harus bahagia sukses dunia akhirat.

Komentar

  1. If you loved me, Why'd you leave me?

    BalasHapus
    Balasan
    1. All i want this, all i need this to find somebody lop yunita

      Hapus
  2. Jan pernah patah semangat 😇 Allah SWT maha adil, hanya saja keadilan setiap hambanya berbeda❤️

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada yang ingat masa kecilnya?

senin panjanggggggggggg

meet some one again