halo Mita
Jurnal Harian – 12 Februari 2026
“Hari yang Cukup Menguras Tenaga”
Hari ini terasa berbeda sejak pagi. Aku bangun dengan energi yang rendah dan berangkat kerja terburu-buru tanpa sempat pamit kepada mami. Perasaan tidak bersemangat itu terbawa sampai tiba di kantor.
Di kantor, aku mencoba menyelesaikan pekerjaan input pajak. Namun, sebelum tugasku selesai, temanku meminta bantuan. Meskipun kondisiku sedang tidak fokus, aku tetap mengiyakan. Selama membantu, dia beberapa kali mengingatkan untuk hati-hati dan pelan-pelan. Walaupun niatnya mungkin baik, aku merasa seperti sedang diawasi. Apalagi setelah selesai, tidak ada ucapan terima kasih—justru yang muncul adalah koreksi dan teguran atas pekerjaan sebelumnya.
Siang hari tugas tambahan datang lagi. Aku mencoba tetap tenang dan mengalihkan perasaan tidak nyaman itu dengan bercanda dengan teman lain. Namun, secara keseluruhan, aku merasa cukup terbebani.
Menjelang sore, temanku kembali meminta bantuan dengan meminjam uang. Aku memberikan apa yang aku punya, tetapi di dalam hati aku merasa makin lelah karena hari ini rasanya tidak ada ruang untuk diriku sendiri.
Saat salat, aku akhirnya melepaskan perasaan yang menumpuk sejak pagi.
Malamnya, aku bertemu pacarku. Dia menyadari wajahku tidak terlihat senang dan mendengarkan ketika aku bercerita. Walaupun dia memahami kondisiku, rasa sesak hari ini belum sepenuhnya hilang. Dia mengajakku berkeliling untuk menenangkan pikiran, tetapi aku benar-benar sudah kehabisan tenaga. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat, dan dia menghargai keputusan itu.
Perjalanan pulang di tengah hujan terasa menenangkan sekaligus kosong. Aku hanya ingin kembali ke rumah, mandi air hangat, dan menutup hari.
---
Langkah ke Depan yang Akan Kucoba
Untuk menghadapi hari-hari berikutnya, ada beberapa hal yang ingin aku terapkan:
1. Menetapkan batas kerja yang jelas
Jika ada yang meminta bantuan, aku ingin mencoba mengatakan:
“Aku bantu ya, setelah tugasku selesai.”
2. Mengurangi kebiasaan merasa bersalah terus-menerus
Tidak perlu meminta maaf berlebihan. Cukup profesional dan seperlunya.
3. Memberi waktu untuk diri sendiri
Jika merasa lelah, aku akan memilih pulang dan beristirahat tanpa memaksakan diri.
4. Menata energi sejak pagi
Mulai hari dengan napas teratur, sedikit grounding, dan menetapkan niat agar tidak membawa beban hari sebelumnya.
5. Mengembangkan kepercayaan diri secara bertahap
Dengan bersikap lebih jelas, rapi, dan tegas pada diri sendiri, aku berharap bisa perlahan-lahan merasa lebih dihargai—baik oleh orang lain maupun diriku sendiri.
---
Jika kamu mau, aku bisa buatkan versi lebih singkat, lebih formal, atau lebih seperti catatan diary.
Komentar
Posting Komentar